Seorang Sendang Mentari, Untuk Keluarga dan Indonesia


Seperti yang telah tertera pada judul, nama saya Sendang Mentari biasa dipanggil “Riri”. Ayah saya, Bapak Endra Widyarsono dan ibu saya, Ibu Binarsih Sukaryanti melahirkan saya di Yogyakarta pada tanggal 15 November 2001. Sebelumnya, kedua orangtua saya melahirkan kakak saya yang pertama, Shuluh Ashmarisya dan kakak saya yang kedua, Sekar Sakti. Kemudian setelah saya, lahirlah adek saya, Seruni Widyasani. Saya sendiri dulu duduk di bangku TK ABA Taruna Al Qur’an, lalu melanjutkan ke SD Muhammadiyah Sapen, SMP Negeri 6 Yogyakarta, SMA Negeri 2 Yogyakarta, dan saat ini berkuliah di jurusan Teknologi Industri Pertanian Universitas Gadjah Mada dan telah memasuki masa semester empat.
Dalam menjelaskan peran saya terhadap keluarga, sebenarnya saya mengalami sedikit kesulitan karena kata “peran” sendiri sulit untuk dideskripsikan. Sepemahaman saya, peran dan status tidak dapat dipisahkan. Status yang dimiliki seseorang, menentukan posisi orang tersebut dalam suatu populasi dan menerangkan hak serta kewajiban orang tersebut dalam populasi tersebut. Dalam hal ini, apabila dikatakan orang tersebut adalah saya dan populasi tersebut adalah keluarga saya, peran saya dalam keluarga adalah sebagai anak ketiga dari empat bersaudara. Dengan status sebagai anak ketiga, saya wajib menjalankan kewajiban dan mendapatkan hak sebagai anak. Kewajiban saya tentunya menuntut ilmu, berbakti terhadap orangtua, dan tentu kewajiban lainnya dengan tujuan keluarga saya yaitu untuk menjadi bagian dari keluarga yang membanggakan. Sedangkan hak yang saya dapatkan yaitu berbagai macam hal yang membantu saya untuk menjalankan kewajiban tersebut. Salah satu contoh yang paling berpengaruh yaitu uang. Mulai dari uang untuk menjalankan pendidikan wajib hingga bimbingan belajar. Kedua orangtua saya bekerja sebagai guru sehingga sangat peduli dengan pendidikan dan tentu ingin anak-anaknya berpendidikan dengan baik dan mampu mewujudkan cita-citanya. Sehingga pada titik ini, saya justru merasakan bahwa peran saya dalam keluarga adalah sebagai beban. Orangtua saya tidak mungkin melakukan segala hal untuk anaknya sebagai beban, namun seiring bertambah dewasa, saya mulai berfikir bahwa saya belum mampu menjalankan kewajiban saya dengan baik meskipun hak telah saya dapatkan. Seperti contohnya orangtua saya telah membiayai sekolah sejak saya kecil hingga menengah atas, namun saya hanya sekadar berangkat sekolah, tidak belajar dengan tekun, kemudian pulang sekolah tanpa menanamkan dalam kehidupan apa yang telah saya dapatkan. Maka dari itu, supaya peran saya sebagai beban tersebut dapat saya ubah, saya ingin menjadi anak yang lebih baik. Saya ingin berpandangan pada diri saya sendiri bahwa saya mampu menjalankan peran saya dalam keluarga bukan sebagai beban, tetapi sebagai anak yang mampu membanggakan keluarganya dengan mewujudkan cita-cita terutama pada hal pendidikan. Saya bermimpi untuk mampu membiayai pendidikan saya sendiri dan mewujudkan cita-cita saya melalui beasiswa Bazma Pertamina ini.
Sejujurnya, hal yang telah saya lakukan untuk berkontribusi terhadap Indonesia hanyalah hal-hal kecil saja. Meskipun hal besar selalu berasal dari hal-hal kecil, saya merasa kontribusi saya belum mencapai titik mampu memajukan Indonesia. Seperti mematuhi peraturan perundang-undangan, mengiktui upacara bendera, dan hal-hal kecil lainnya. Sehingga, ketika saya akan memasuki dunia perkuliahan, saya mulai bermimpi besar. Saya menelaah jurusan apa yang sesuai dengan passion saya dan akan selalu dibutuhkan Indonesia kedepannya. Kemudian saya tertarik untuk terjun ke dunia pertanian karena manusia akan terus membutuhkan bahan pangan. Indonesia merupakan negara agraris dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, namun Indonesia belum mampu mengoptimalkan nilai tambah dari bahan mentah tersebut. Maka dari itu, saya memilih dan Alhamdulillah diterima di jurusan Teknologi Industri Pertanian. Saat ini, saya masih dalam tahap melakukan hal-hal kecil untuk mencapai suatu hal yang besar dengan memperdalam ilmu mengenai agroindustri dan teknologi yang dapat diterapkan untuk memajukan Indonesia melalui sektor agroindustrinya. Selain itu, saya juga dalam proses mengikuti PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) UGM untuk mencoba menerapkan teknologi apa yang sesuai untuk dikembangkan dan mampu mengembangkan agroindustri Indonesia. Kedepannya, apabila saya terpilih untuk mendapatkan beasiswa Bazma Pertamina dan menjadi orang yang terpilih pula untuk didukung dalam menjalankan tugas akhirnya, saya ingin melakukan penelitian terhadap penerapan plant factory, yaitu salah satu modernisasi untuk mengembangkan agroindustri Indonesia serta insyaAllah pada tahun 2021 saya menargetkan untuk lulus menjadi Sarjana Teknologi Pertanian dan menggencarkan industri 4.0 terutama pada bidang agroindustri dengan menerapkan plant factory di Indonesia. Dengan begitu, saya berharap saya mampu melakukan hal besar yang menjadi kontribusi saya untuk Indonesia yang lebih maju.

Komentar